Tokoh Politik Dunia dan Perjalanan Karier Mereka
1. Angela Merkel
Angela Merkel, mantan Kanselir Jerman, dianggap sebagai salah satu pemimpin paling berpengaruh di dunia. Karier politiknya dimulai setelah reunifikasi Jerman pada tahun 1990. Berlatar belakang ilmuwan fisika, Merkel bergabung dengan Partai Demokratik Kristen (CDU) dan cepat naik pangkat. Pada tahun 2005, dia terpilih sebagai Kanselir Jerman, memimpin negara melalui krisis ekonomi global dan krisis pengungsi. Kebijakannya yang pragmatis dan pendekatan berbasis konsensus menjadikannya figur kunci di Eropa.
2.Barrack Obama
Barack Obama, Presiden Amerika Serikat ke-44, menorehkan sejarah sebagai presiden kulit hitam pertama Amerika. Perjalanan politiknya dimulai di Chicago, di mana ia terpilih sebagai senator negara bagian pada tahun 1996. Pada 2004, ia menjadi senator AS setelah pidato inspiratif di Konvensi Nasional Demokrat. Terpilih pada tahun 2008, Obama dikenal dengan kebijakan kesehatan “Affordable Care Act” dan pendekatan diplomasi yang berfokus pada multilateralism.
3.Jacinda Ardern
Jacinda Ardern, Mantan Perdana Menteri Selandia Baru, memulai karier politiknya di usia muda dengan bergabung di Partai Buruh. Ia terpilih sebagai anggota parlemen pada tahun 2008. Menaiki posisi kepemimpinan pada tahun 2017, Ardern dikenal karena empatinya dalam menangani krisis, termasuk serangan teroris di Christchurch dan pandemi COVID-19. Pendekatannya yang humanis dan kebijakan progresif membuatnya populer di dalam dan luar negeri.
4.Narendra Modi
Narendra Modi, Perdana Menteri India, memiliki perjalanan politik yang unik. Memulai kariernya di Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS), dia kemudian bergabung dengan Partai Bharatiya Janata (BJP). Memenangkan pemilihan sebagai Ketua Menteri Gujarat pada tahun 2001, Modi menciptakan citra sebagai pemimpin yang berfokus pada pembangunan. Terpilih sebagai Perdana Menteri pada 2014, dia memperkenalkan kebijakan yang kontroversial namun mempengaruhi ekonomi India.
5. Emmanuel Macron
Emmanuel Macron, Presiden Prancis termuda, memulai kariernya sebagai menteri ekonomi sebelum menciptakan partai politiknya, La République En Marche! pada tahun 2016. Terpilih pada tahun 2017, Macron berfokus pada reformasi ekonomi dan integrasi Eropa. Pendekatannya yang inovatif dalam kebijakan publik menjadikannya pemimpin kontroversial dengan pandangan progresif, meski menghadapi banyak tantangan termasuk protes jalanan dari “Gerakan Rompi Kuning.”
6.Kamala Harris
Kamala Harris, Wakil Presiden Amerika Serikat pertama wanita dan keturunan Asia-Afrika, mengawali kariernya sebagai jaksa. Terpilih sebagai senator California pada tahun 2017, Harris terkenal dengan pendekatan berbasis keadilan sosial. Sebagai Wakil Presiden di bawah kepemimpinan Biden, dia aktif dalam advokasi isu-isu hak asasi manusia dan reformasi imigrasi, membawa perspektif fresh ke dalam politik AS.
7.Joe Biden
Joe Biden, Presiden ke-46 Amerika Serikat, memiliki pengalaman lebih dari empat dekade di dunia politik. Memulai kariernya sebagai senator Delaware pada tahun 1972, dia menjadi suara penting dalam isu-isu luar negeri dan kebijakan domestik. Sebagai Wakil Presiden di bawah Obama, Biden terlibat dalam sejumlah kebijakan penting. Terpilih pada tahun 2020, dia berfokus pada pemulihan ekonomi pasca-pandemi dan perubahan iklim.
8.Boris Johnson
Boris Johnson, mantan Perdana Menteri Inggris, dikenal dengan gaya kepemimpinan yang flamboyan. Sebelumnya menjabat sebagai Walikota London, ia menduduki posisi sebagai Menteri Luar Negeri. Memenangkan pemilihan sebagai Perdana Menteri pada tahun 2019, Johnson memimpin Inggris keluar dari Uni Eropa dengan kebijakan “Get Brexit Done.” Kontroversial karena gaya komunikasinya, ia tetap menjadi salah satu tokoh penting politik Inggris.
9. Justin Trudeau
Justin Trudeau, Perdana Menteri Kanada, memulai karier politiknya dengan terjun ke dalam politik Partai Liberal, mengikuti jejak ayahnya, Pierre Trudeau. Terpilih pada tahun 2015, ia mempromosikan kebijakan inklusif dan multikulturalisme, serta advokasi untuk isu-isu lingkungan dan kesetaraan gender. Pendekatan progresifnya membuatnya terkenal di panggung internasional, meski menghadapi tantangan internal.
10.Antonio Guterres
Antonio Guterres, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, sebelumnya menjabat sebagai Perdana Menteri Portugal. Dengan latar belakang di bidang humanitaria, Guterres melakukan pekerjaan luar biasa dalam krisis global seperti perubahan iklim dan migrasi. Diangkat sebagai Sekretaris Jenderal pada tahun 2017, ia berkomitmen untuk menjaga perdamaian dunia dan mempromosikan agenda pembangunan berkelanjutan.